Bismillah..
Memasuki Risk Maturity Insight #20, kita mulai masuk ke dimensi baru: Risk Framework & Compliance.
Jika pada pembahasan sebelumnya kita lebih banyak melihat bagaimana organisasi membangun risk culture, organization, dan governance, kali ini fokusnya bergeser pada sesuatu yang menjadi fondasi dari praktik tersebut, yaitu risk management framework.
Dalam praktiknya, memiliki risk management framework yang sudah disusun dan disahkan belum tentu berarti risk management telah berjalan dengan baik.
Yang lebih penting adalah bagaimana framework tersebut menjadi rujukan yang benar-benar digunakan ketika organisasi menetapkan arah, menjalankan proses, mengambil keputusan, memonitor risiko, hingga melakukan perbaikan.
Karena itu, dalam melihat Risk Framework Improvement, terdapat beberapa hal yang menarik untuk diperhatikan:
• Demonstrated Impact Penguatan framework memberikan dampak yang dapat diamati, baik melalui indikator yang terukur maupun melalui peningkatan kualitas monitoring, risk response, dan decision-making.
• Integrated Risk Framework Framework menjadi acuan yang menghubungkan risk management dengan aktivitas utama dan pendukung perusahaan, bukan berjalan sebagai proses yang terpisah.
• Formal Governance & Adoption Framework ditetapkan secara formal oleh pimpinan dan dipahami serta diterapkan secara konsisten di berbagai tingkatan organisasi.
• Policy & Process Cascade Prinsip dalam framework diterjemahkan ke dalam kebijakan, pedoman, prosedur serta mekanisme kerja yang lebih operasional.
• Periodic Review & Enhancement Framework tidak berhenti setelah ditetapkan, tetapi dievaluasi dan diperbarui ketika terdapat perubahan strategi, proses bisnis, regulasi, maupun profil risiko.
Bagian yang menarik dari dimensi ini adalah melihat jarak antara framework yang tertulis dengan framework yang benar-benar dijalankan dalam organisasi.
Sebuah framework bisa saja lengkap secara dokumen. Namun, kematangannya mulai terlihat ketika prinsip yang ada di dalamnya dapat ditemukan dalam cara organisasi bekerja sehari-hari, serta bagaimana risiko dibicarakan, bagaimana keputusan dibuat, bagaimana eskalasi dilakukan, dan bagaimana pembelajaran dari risiko digunakan untuk memperbaiki proses.
Karena itu, Risk Framework Improvement bukan hanya tentang memperbarui dokumen.
Lebih jauh, bagaimana dapat memastikan bahwa framework yang ada tetap relevan, dapat digunakan, dan mampu berkembang mengikuti organisasi serta lingkungan risikonya.
Selamat hari Senin, semangat dan semoga bermanfaat. ☕️